Mengenal Diet Ketogenik Yang Sedang Trending
Diet ketogenik merupakan diet yang hanya mengkonsumsi karbohidrat rendah dan lemak yang tinggi.
Majalahkartini.com – Belakangan ini diet ketogenick sedang menjadi tren diet di berbagai kalangan. Diet ketogenic dikenal cepat menurunkan berat badan. Namun, apa sih yang sebenarnya terjadi dengan tubuh kita ketika menjalankan diet ini?
Diet ketogenik merupakan diet yang hanya mengkonsumsi karbohidrat rendah dan lemak yang tinggi. Diet ini pertama kali diterapkan pada tahun 1920 untuk mengobati pasien epilepsi. Kemudian, pada sebuah studi di tahun 2018 menunjukan kalau diet ini memiliki potensi menyembuhkan penyakit diabetes tipe dua.
Pertama-tama, tubuh anda terbiasa memproses karbohidrat untuk memproduksi energi. Apabila anda mengurangi konsumsi karbohidrat, tubuh Anda akan mulai memecah lemak yang tersimpan dalam tubuh sebagai sumber energi.
Diet ketogenik atau diet keto dari banyak penelitian menunjukkan dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan Anda. Diet ketogenik bahkan mungkin memiliki manfaat terhadap diabetes, kanker, epilepsi, dan penyakit Alzheimer.
Efek Samping Diet Ketogenik
Untuk mengurangi konsumsi karbohidrat, maka Anda dapat memperbanyak konsumsi berbagai macam makanan yang mengandung lemak atau protein tinggi, seperti daging, telur, susu ataupun ikan. Meski demikian, Anda juga harus berhati-hati ketika menjalankan diet ini, karena ternyata diet ini memiliki efek samping yang tidak begitu menyenangkan.
Diet ini juga memiliki efek samping, yaitu mulut mengeluarkan bau tak sedap. Bila ini terjadi, Anda sudah berada dalam tahap ketosis, ini merupakan tahap ketika tubuh mulai memproses lemak yang tersimpan dalam tubuh menjadi energi.
Beberapa orang mengaku kalau dirinya menjadi tidak mudah lapar setelah menjalani diet ini, tetapi tidak sedikit juga yang mengakui kalau diet ini bukanlah untuk mereka.
Ketika menjalankan diet ini, yang harus diperhatikan adalah berat bandan, Anda jangan terlalu senang dulu ketika melihat penurunan berat badan, karena yang mungkin terjadi pada tubuh Anda adalah penurunan massa air yang terkandung pada tubuh, bukan penurunan massa lemak.
Ini terjadi karena karbohidrat biasanya mengandung banyak air. Maka dari itu bisa terjadi penurunan berat badan padahal yang sebenarnya terjadi adalah hanya penurunan massa air.
Tidak sedikit artis-artis Hollywood yang menggunakan metode diet ini untuk mengurangi berat badan, seperti Vanessa Hudgens, Kourtney Kardashian, Megan Fox dan Adriana Lima. Bahkan mereka tidak jarang mempromosikan metode diet yang mereka lakukan di berbagai media maupun sosial media mereka.
Berbagai jenis diet ketogenik
Ada beberapa versi diet keto, di antaranya:
- Diet ketogenik standar (SKD): Ini adalah diet rendah karbohidrat, protein sedang, dan tinggi lemak. Biasanya mengandung 70% lemak, 20% protein, dan hanya 10% karbohidrat (9Sumber Tepercaya).
- Diet ketogenik siklis (CKD): Diet ini melibatkan periode pemberian kembali karbohidrat yang lebih tinggi, seperti 5 hari ketogenik diikuti oleh 2 hari karbohidrat tinggi.
- Diet ketogenik yang ditargetkan (TKD): Diet ini memungkinkan Anda untuk menambahkan karbohidrat di sekitar latihan.
- Diet ketogenik protein tinggi: Ini mirip dengan diet ketogenik standar, tetapi mencakup lebih banyak protein . Rasionya sering 60% lemak, 35% protein, dan 5% karbohidrat.
Namun, hanya diet keto standar dan protein tinggi yang telah dipelajari secara ekstensif. Diet ketogenik siklis atau bertarget adalah metode yang lebih maju dan terutama digunakan oleh binaragawan atau atlet.
Informasi dalam artikel ini sebagian besar berlaku untuk diet ketogenik standar (SKD), meskipun banyak dari prinsip yang sama juga berlaku untuk versi lainnya.
Diet ketogenik dapat membantu Anda menurunkan berat badan
Diet ketogenik adalah cara yang efektif untuk menurunkan berat badan dan menurunkan faktor risiko penyakit. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa diet ini mungkin sama efektifnya untuk menurunkan berat badan seperti diet rendah lemak.
Terlebih lagi, dietnya sangat mengenyangkan sehingga Anda bisa menurunkan berat badan tanpa menghitung kalori atau melacak asupan makanan Anda.
Satu ulasan dari 13 studi menemukan bahwa mengikuti diet rendah karbohidrat, diet ketogenik sedikit lebih efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang daripada diet rendah lemak.
Orang yang mengikuti diet keto kehilangan rata-rata 2 pon (0,9 kg) lebih banyak daripada kelompok yang mengikuti diet rendah lemak. Terlebih lagi, itu juga menyebabkan penurunan tekanan darah diastolik dan kadar trigliserida.
Studi lain pada 34 orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa mereka yang mengikuti diet keto selama 8 minggu kehilangan hampir lima kali lipat total lemak tubuh dibandingkan mereka yang mengikuti diet rendah lemak.